TUGAS
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN CITRA
GRAFIK
KOMPUTER & PENGOLAHAN CITRA
3KA42
Kelompok :
1. Aditya Bhaskara Fachrudi 10114288
2.
Ariyanti Humala Lubis 11114654
3.
Charisa Kumala Dewi 12114335
4.
Nurhadis 18114213
5.
Sarah Andriani 1A114026
MIKROSKOP
ELEKTRON
A. Sejarah
Singkat Mikroskop Elektron.
Mikroskop elektron pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1931 yang diciptakan oleh dua orang ilmuwan bernama Ernst Ruska dan Bodo
Von Borries. Dasar dari penciptaan mikroskop elektron adalah ditemukannya dua
penemuan yaitu elektron yang dipercepat dalam suatu kolom
elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya,
dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya dan ditemukan
juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan
cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Mikroskop elektron
pertama adalah Transmission Electron
Microscopy (TEM).
Pada awalnya, mikroskop elektron hanya menggunakan 2
lensa magnet tetapi tiga tahun setelah pembuatannya ditambahkan satu lensa lagi
lalu resolusinya
berubah hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa
itu).
B. Perkembangan
Mikroskop Elektron.
1. TEM
& STEM.
Awal mula diciptakannya
mikroskop elektron adalah berbentuk mikroskop transmisi elektron yang menggunakan
dua lensa medan magnet dan sekarang telah dikembangkan menjadi mikroskop
pemindai transmisi elektron (STEM). STEM memindai obyek menggunakan pola
pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya
(raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots) yang membentuk gambar
seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.
2. SEM
& ESEM.
· SEM.
Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengamati detil permukaan sel atau struktur mikroskopik
lainnya, dan mampu menampilkan pengamatan obyek secara tiga dimensi. Resolusi
hingga 50 nm atau magnifikasi 8.000 kali. Cara pengamatan pada SEM adalah gambar
dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron
pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut
dipindai dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang
terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya
ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube).
·
ESEM.
Environmental
Scanning Electron Microscope (ESEM) ini
merupakan pengembangan dari SEM, yang dikembangkan untuk mengatasi objek
pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai objek TEM maupun SEM. ESEM ini
dimungkinkan bagi seorang peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada
lingkungan yang menyerupai gas yang betekanan rendah (low-pressure gaseous environments) misalnya pada 10-50 Torr serta
tingkat humiditas diatas 100%.
C. Hubungan
Mikroskop Elektron dengan Pengolahan Citra.
Pencitraan
dengan mikroskop elektron digunakan untuk meneliti spesimen-spesimen kecil yang
harus diperbesar ribuan kali dari ukuran sebenarnya. Pencitraan ini tidak
dilakukan dengan menggunakan cahaya melainkan dengan tembakan elektron.
Contoh
citra suatu bagian dari sirkuit yang rusak sebagai hasil dari pencitraan
mikroskop elektron. Bagian dari sirkuit yang rusak itu adalah sebuah citra dan
dilakukan pembesaran pada objek tersebut supaya bagian sirkuit iu terlihat
lebih jelas daripada sebelumnya. pengamatan pada objek ini termasuk pengolahan
citra karena sebuah objek yang diamati oleh mikroskop elektron akan diolah
sebagai objek yang baru yaitu setelah dilakukannya pembesaran pada objek
tersebut. Jadi, objek yang lama merupakan sebuah citra lalu diolah oleh
mikroskop elektron menjadi sebuah citra yang baru yaitu objek yang sudah
diperbesar gambarnya.
Kelebihan
: Menghasilkan gambar yang lebih besar, jelas dan lebih baik daripada microskop
cahaya.
Kekurangan : Membutuhkan
proyektor dan ruangan yang luas untuk melihat hasil pengamatan.
D. Cara
Penggunaan Mikroskop Elektron.
Mikroskop
elektron hanya dapat mengamati sebuah objek yang sangat tipis sehingga sebagian
peneliti tidak terpuaskan. Namun, ada sebuah perkembangan yang menemukan alat
yang bisa memotong objek setipis mungkin yaitu mikkroton. Adapun cara
penggunaan mikroskop elektron adalah sebagai berikut :
1. Kita
harus menyediakan objek (preparat) yang akan diamati dengan menggunakan
mikroskop elektron. Jika objek tersebut memiliki ukuran yang tebal maka dapat
kita buat menjadi setipis mungkin dengan menggunakan mikroton.
2.
Objek yang telah disediakan diletakan di
tempat untuk mengamati objek atau dibawah lensa. Lalu lensa akan menyorot
bagian dari objek tersebut. Supaya hasil pengamatan objek tersebut lebih jelas
dilihat maka dilakukannya pembesaran supaya bagian objek terlihat lebih jelas.
Sumber : http://praktikumbiologi.com/mengenal-mikroskop-elektron/



No comments:
Post a Comment