Thursday, 13 October 2016

Pengolahan Citra Mikroskop Elektron



TUGAS IMPLEMENTASI PENGOLAHAN CITRA
GRAFIK KOMPUTER & PENGOLAHAN CITRA
3KA42





Kelompok :
1.    Aditya Bhaskara Fachrudi          10114288
2.    Ariyanti Humala Lubis              11114654
3.    Charisa Kumala Dewi                12114335
4.    Nurhadis                                     18114213

5.    Sarah Andriani                           1A114026



MIKROSKOP ELEKTRON

     A.    Sejarah Singkat Mikroskop Elektron.
Mikroskop elektron pertama kali diperkenalkan pada tahun 1931 yang diciptakan oleh dua orang ilmuwan bernama Ernst Ruska dan Bodo Von Borries. Dasar dari penciptaan mikroskop elektron adalah ditemukannya dua penemuan yaitu elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya dan ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Mikroskop elektron pertama adalah Transmission Electron Microscopy (TEM).
Pada awalnya, mikroskop elektron hanya menggunakan 2 lensa magnet tetapi tiga tahun setelah pembuatannya ditambahkan satu lensa lagi lalu resolusinya berubah hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu).

    B.    Perkembangan Mikroskop Elektron.
1.     TEM & STEM.
Awal mula diciptakannya mikroskop elektron adalah berbentuk mikroskop transmisi elektron yang menggunakan dua lensa medan magnet dan sekarang telah dikembangkan menjadi mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM). STEM memindai obyek menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots) yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.
2.     SEM & ESEM.
·       SEM.
Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengamati detil permukaan sel atau struktur mikroskopik lainnya, dan mampu menampilkan pengamatan obyek secara tiga dimensi. Resolusi hingga 50 nm atau magnifikasi 8.000 kali. Cara pengamatan pada SEM adalah gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube).
·       ESEM.
Environmental Scanning Electron Microscope (ESEM) ini merupakan pengembangan dari SEM, yang dikembangkan untuk mengatasi objek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai objek TEM maupun SEM. ESEM ini dimungkinkan bagi seorang peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada lingkungan yang menyerupai gas yang betekanan rendah (low-pressure gaseous environments) misalnya pada 10-50 Torr serta tingkat humiditas diatas 100%.

     C.    Hubungan Mikroskop Elektron dengan Pengolahan Citra.
Pencitraan dengan mikroskop elektron digunakan untuk meneliti spesimen-spesimen kecil yang harus diperbesar ribuan kali dari ukuran sebenarnya. Pencitraan ini tidak dilakukan dengan menggunakan cahaya melainkan dengan tembakan elektron.
Contoh citra suatu bagian dari sirkuit yang rusak sebagai hasil dari pencitraan mikroskop elektron. Bagian dari sirkuit yang rusak itu adalah sebuah citra dan dilakukan pembesaran pada objek tersebut supaya bagian sirkuit iu terlihat lebih jelas daripada sebelumnya. pengamatan pada objek ini termasuk pengolahan citra karena sebuah objek yang diamati oleh mikroskop elektron akan diolah sebagai objek yang baru yaitu setelah dilakukannya pembesaran pada objek tersebut. Jadi, objek yang lama merupakan sebuah citra lalu diolah oleh mikroskop elektron menjadi sebuah citra yang baru yaitu objek yang sudah diperbesar gambarnya.

Kelebihan : Menghasilkan gambar yang lebih besar, jelas dan lebih baik daripada microskop cahaya. 
Kekurangan : Membutuhkan proyektor dan ruangan yang luas untuk melihat hasil pengamatan.

     D.    Cara Penggunaan Mikroskop Elektron.
Mikroskop elektron hanya dapat mengamati sebuah objek yang sangat tipis sehingga sebagian peneliti tidak terpuaskan. Namun, ada sebuah perkembangan yang menemukan alat yang bisa memotong objek setipis mungkin yaitu mikkroton. Adapun cara penggunaan mikroskop elektron adalah sebagai berikut :
1.     Kita harus menyediakan objek (preparat) yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop elektron. Jika objek tersebut memiliki ukuran yang tebal maka dapat kita buat menjadi setipis mungkin dengan menggunakan mikroton.
2.     Objek yang telah disediakan diletakan di tempat untuk mengamati objek atau dibawah lensa. Lalu lensa akan menyorot bagian dari objek tersebut. Supaya hasil pengamatan objek tersebut lebih jelas dilihat maka dilakukannya pembesaran supaya bagian objek terlihat lebih jelas.

Sumber : http://praktikumbiologi.com/mengenal-mikroskop-elektron/