Pemimpin
adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran
formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu
memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan,
kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu
kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang
sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan
aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan -
khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi
orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk
pencapaian satu beberapa tujuank bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk
pencapaian satu beberapa tujuan
Teori Kepemimpinan
Teori kepemimpinan pada
umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin
dan kepemimpinan dengan mengemukakan berbagai segi, antara lain:
a. Latar
Belakang Sejarah Pemimpin dan Kepemimpinan
Kepemimpinan muncul
bersama-sama dengan adanya peradaban manusia yaitu sejak zaman nenek moyang
manusia berkumpul bersama, lalu bekerja bersama-sama untuk mempertahankan
eksistensi hidupnya menentang kebuasan binatang dan alam sekitarnya. Sejak
itulah terjadi kerjasama antar manusia dan ada unsur kepemimpinan.
b. Sebab
Munculnya Pemimpin
Dua teori yang menonjol
dalam menjelaskan kemunculan pemimpin yaitu:
1. Teori
Genetis menyatakan sebagai berikut:
a) Pemimpin
itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakat-bakat lama yang
luar biasa sejak lahirnya.
b) Dia
ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun
juga, termasuk yang khusus.
c) Secara
filosofi, teori tersebut menganut pandangan deterministis.
2. Teori
Sosial menyatakan sebagai berikut:
a) Pemimpin
itu harus disiapkan, dididik dan dibentuk, tidak terlahir begitu saja
b) Setiap
orang bisa menjadi pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan, serta
didorong oleh kemauan sendiri.
3. Teori
Ekologis atau Sintesis (muncul sebagai reaksi dari kedua teori tersebut lebih
dahulu), menyatakan bahwa seorang akan sukses menjadi kepemimpinan dan
bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan
juga sesuai dengan tuntutan lingkungan ekologisnya.
c. Syarat-Syarat
Kepemimpinan
Konsepsi mengenai
persyaratan kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting,
yaitu:
1. Kekuasaan
ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin
guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.
2. Kewibawaan
ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga orang mampu mengatur orang
lain, sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin dan bersedia melakukan
perbuatan-perbuatan tertentu.
3. Kemampuan
ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan atau ketrampilan teknis
maupun sosial, yang dianggapmelebihi dari kemampuan anggota biasa.
Yang
jelas, pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan
anggota-anggota biasa lainnya. Sebab kelebihan-kelebihan tersebut dia bisa
berwibawa dan dipatuhi oleh bawahannya. Terutama sekali ilah kelebihan di
bidang moral dan akhlak, semangat juang, ketajaman intelegensi, kepekaan
terhadap lingkungan dan keuletan. Dan yang penting lainnya ialah memiliki
integritas kepribadian tinggi.
Fungsi-Fungsi Kepemimpinan
Fungsi-fungsi kepemimpinan
secara singkat adalah sebagai berikut:
a. Pemimpin
sebagai Penentu Arah
Dengan kata lain, arah
yang hendak ditempuh oleh organisasi menuju tujuannya harus sedemikian rupa
sehingga mengoptimalkan pemanfaatan dari segala sarana dan prasarana yang
tersedia. Arah yang dimaksud tertuang dalam strategi dan taktik yang disusun
dan dijalankan oleh organisasi yang bersangkutan. Tergantung pada jenjang
hirarki jabatan pemimpin yang diduduki oleh seorang suatu organisasi. Keputusan
yang diambil dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Keputusan
strategik
2. Keputusan
yang bersifat taktik
3. Keputusan
yang bersifat teknis
4. Keputusan
oprasional
b. Pemimpin
sebagai Wakil dan Juru Bicara Organisasi
c. Pimpinan
sebagai Komunikator yang Efektif
Pemeliharaan hubungan
baik keluar maupun kedalam dilakukan melalui proses komunikasi, baik secara lisan
maupun secara tertulis. Berbagai kategori keputusan yang telah diambil
disampaikan kepada para pelaksana melalui jalur komunikasi yang terdapat dalam
organisasi.
Salah Satu tokoh yang mempunya kepemimpinan adalah BJ.Habiebie.
Gaya Kepemimpinan BJ. Habiebie
Tidak
dipermasalahkan lagi bahwa BJ Habibie memang seorang idealis yang dengan keras
kepala tidak mau beranjak dari citranya mengenal Indonesia modern dan cara
mencapainya. Ia seorang romantikus yang dengan penuh gairah menyambut semua
taji tangan dalam hidupnya. Ia tahu bagaimana rasanya bersendiri dalam menuju
perjalanan yang benar. Nasionalismenya terwujud dalam sajak, karangan dan
perbuatannya.
Habibie
adalah ilmuwan yang cemerlang yang selalu bertanya kalau tidak tahu, selalu
ingin mendalami segala sesuatu sampai ke akar-akarnya, dan selalu bingung
menghadapi omong kosong. Ia seorang pemimpin yang mampu membakar semangat
ribuan orang muda di dalam dan diluar badan organisasi yang dipimpinnya.
Bahwa
BJ Habibie juga sorang pekerja keras, orang polos yang tidak tahan pada
keruwetan yang dibuat-buat, suka menolong orang lain, tahu membayar hutang
budi, taat pada agama, suami dan ayah penuh kasih sayang, dan nasionalis dalam
arti cinta tanah air.
BJ
Habibie seorang yang perfeksionis yang heran melihat orang yang tidak berusaha
mencapai yang sesempurna mungkin dan dengan tabiat yang details selalu
memperhatikan sampai yang kecil-kecil. Ia juga seorang manajer yang baik, yang
tahu menentukan sasaran strategis maupun menentukan untung rugi
tindakan-tindakan operasional yang mendetail.
Gaya
kepemimpinan seseorang juga dibentuk oleh watak dan lingkungan kita patut
heran kalau BJ Habibie sepenuhnya mengikuti gaya kepemimpinan raja-raja melayu
dalam melaksanakan pekerjaan, lebih masuk akal ia lebih menghayati dan
menerapkan prinsip-prinsip yang berlaku di dalam industri modern.
Mengetahui
BJ Habibie details dan perfeksionis, kita tidak heran bahwa di dalam bekerja ia
menganut prinsip bahwa, “ Mutu keseluruhannya ditentukan oleh mutu setiap
detail, “ dan bahwa karena itu ia menghendaki ditekuninya segala sesuatu sampai
ke detail-detailnya yang paling kecil dan dilakukannya upaya mencapai
kesempurnaan yang setinggi mungkin. Kesempurnaan tidak datang dengan
sendirinya. Kesempurnaan harus diupayakan.
Kesempurnaan
harus dinilai. Proses dan hasil pekerjaan harus selalu diawasi. Maka lahirlah
prinsip; “ Percaya itu baik tetapi mengecek lebih baik lagi.” Mengecek itu
tidak ada hubungannya dengan sikap terhadap perorangan. Mengecek menyangkut
tanggung jawab atas pekerjaan dan perbuatan semua anggota sistem kerja terhadap
hasil kerja keseluruhan sistem. Maka saling mengecek merupakan hal yang wajar.
Karena
itu BJ Habibie sangat mementingkan pengawasan, termasuk pengawasan atasan
langsung terhadap bawahannya. Tidak mengheranan bahwa ia menerapkan tingkat
konsentrasi atau pemusatan pengambilan keputusan yang relative tinggi, terutama
menyangkut pengendalian dan pengawasan mutu.
Banyak
gagasan dan keputusan yang sangat fundamental lahir atas inisiatif BJ Habibie.
Sadar atau tidak, apa yang ditinggalkan BJ Habibie dalam masa singkat
pemerintahannya, telah membuka jalan bergulirnya reformasi dan pengaruh dalam
sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan uraian diatas
tipologi kepemimpinan BJ Habibie identik dengan tipologi kepemimpinan yang
demokratis. Dalam tipologi kepemimpinan yang demokratik biasanya memandang
peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen
organisasi sehingga bergerak sebagai suatu totalitas.
Tiga Landasan Perilaku BJ. Habiebie
- Sandaran kekuatan rohani.
Salah satu hal yang menonjol dari BJ Habibie adalah sifat keberagamaannya
yang kental. BJ Habibie meyakini apa pun yang terjadi adalah kehendak
Tuhan, walaupun kadang-kadang bertentangan dengan kehendak manusia.
- Kekuasaan adalah amanah.
Salah satu yang mendasari prilaku kepemimpinan BJ Habibie adalah
pemahamannya tentang ”kekuasaan”. Menurut BJ Habibie kekuasaan bukanlah
tujuan, melainkan sarana perjuangan atau pengabdian kepada bangsa dan
negara. Kekuasaan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan baik, demi
kepentingan rakyat dalam arti yang sebenarnya.
- Inner dialog. Terbawa dari
kebiasaanya sebagai seorang insinyur, yang harus memperhitungkan dengan
terperinci segala sesuatunya. BJ Habibie melontarkan pertanyaan kepada
dirinya sendiri mengenai hal-hal mendasar yang terkait dengan permasalahan
yang sedang dihadapi.
Tiga Ciri Sifat Tauladan BJ.
Habiebie
- Pemikiran beliau sangat rasional dan tidak mudah dipengaruhi oleh
orang lain.
- Memperlihatkan Dirinya Berbeda
- Rendah hati dan berbakti pada ibu pertiwi

No comments:
Post a Comment